Info Betting
Kepada Semua member yang terhormat luxybet168.com, untuk melakukan deposit dan penarikan dana harap selalu melakukan konfirmasi kepada Customer Service Kami yang bertugas. dan proses deposit dan penarikan dana Kami proses berdasarkan antrian yang masuk. TERIMAKASIH....

Agen Bola - Michael Essien bergabung dengan Persib disambut gembira penggemar sepak bola di Indonesia.

Akankah Michael Essien membawa kemajuan bagi sepak bola di Indonesia?

Kedatangan Michael Essien di klub Persib Bandung disambut meriah oleh para penggemar sepak bola di Indonesia.

Sambutan utama tentu saja ucapan selamat datang dalam berbagai bentuk, yang umumnya optimis dengan kedatangan pemain yang pernah bermain di Chelsea, Real Madrid dan AC Milan itu di Indonesia.

  • Bagaimana media Inggris tanggapi kepindahan Essien ke Persib Bandung?
  • Perkuat Persib Bandung, Essien ingin 'bantu promosikan sepak bola Indonesia'
  • Essien 'tolak' bermain untuk klub Liga Primer

Kehadiran Essien pun dilihat bisa digunakan sebagai momentum bagi peningkatan kualitas persepakbolaan Indonesia secara umum.

Sebagai seorang pemain kunci yang pernah meraih juara Liga Inggris bersama Chelsea, kepindahan Essien ini diperhatikan oleh media-media besar, termasuk media di Inggris.

Saya berharap saya menjadi awal bagi pemain dunia lainnya untuk pindah ke Indonesia" kata Essien mengenai kepindahannya ke Persib Bandung.

Banyak pihak, termasuk Essien sendiri, berharap ia menjadi semacam lokomotif yang bisa mendatangkan bintang-bintang lain ke Indonesia.

Beberapa pemain dunia pernah bermain di Indonesia seperti bintang Argentina 70-an, Mario Kempes (bermain di Pelita Jaya musim 1995-1996), bintang Kamerun di Piala Dunia 1990 Roger Milla (bermain di Pelita Jaya 1994-1995 dan Putra Samarinda 1995-1996).

Selain itu ada pula bekas pemain Aston Villa Lee Hendrie (bermain di Bandung FC) dan pemain Inggris Marcus Bent (bermain di Mitra Kukar 2011-12) yang pernah bermain untuk Crystal Palace dan Everton.

Cedera
Namun optimisme itu dibarengi juga dengan kekhawatiran terutama terkait cedera lutut yang pernah menimpa Essien.

Penulis buku Simulakra Sepakbola Zen RS juga melihat cedera yang pernah menimpa Essien berpeluang untuk menjadi penghalang.

"Jika dia bisa bebas cedera, dan bisa mengeluarkan kemampuan 60% saja dari performa terbaiknya di masa kejayaan, ia bisa maksimal buat Persib, bahkan walau tidak bermain di posisi gelandang bertahan yang membuatnya terkenal," kata Zen.

Pemain Kamerun, Roger Milla -yang termasuk dalam 100 pemain dunia terbaik pilihan FIFA- juga pernah bermain di Indonesia.

Pemain kelas dunia lain
Zen tidak menutup kemungkinan pemain kelas dunia lain untuk bermain di Indonesia, sekalipun tak banyak klub di Indonesia yang siap untuk itu.
Namun ia mempersoalkan bahwa pemain bintang bukan merupakan kebutuhan mendesak bagi klub.

"Ada kebutuhan mendasar yang sebaiknya diberesin dulu. Bahkan untuk sekelas Persib yang relatif sehat secara finansial, mereka tak punya tempat latihan. Masih numpang, di lapangan milik Pemda, atau lapangan milik swasta," kata Zen.

Maka Zen melihat pemain bintang atau marquee player seperti ini tidak mendesak.

"Marque player itu, lazimnya, adalah siasat menarik perhatian penonton lokal, dengan asumsi mereka belum tertarik dengan sepak bola atau liganya.
Itu yg dilakukan oleh, misalnya, MLS (Liga Spekabola Amerika) dulu dengan membawa Beckenbauer, Pele atau Johann Cruyff, maupun yang sekarang."

Menurut Zen, penonton sepak bola lokal sudah sangat besar dan dampak kedatangan Essien kecil saja dalam peningkatan penonton. "Saya kira ini dampaknya sangat segmented. Dalam kasus Essien, paling besar mungkin fans Chelsea yang akan serius tertarik," katanya.